Senin, 16 September 2013
@sahabat
ISTANA UMAR BIN KHATTAB ~*~
=========================
"Dimanakan istana raja negeri ini ?" tanya seorang Yahudi dari Mesir yang baru saja tiba di pusat pemerintahan Islam, Madinah.
"Lepas Dzuhur nanti beliau akan berada di tempat istirahatnya di depan masjid, dekat batang kurma itu," jawab lelaki yang ditanya.
Dalam benak si Yahudi Mesir itu terbayang keindahan istana khalifah. Apalagi umat Islam sedang di puncak jayanya. Tentu bangunan kerajaannya pastilah sebuah bangunan yang megah dengan dihiasi kebun kurma yang rindang tempat berteduh khalifah.
Namun, lelaki itu tidak mendapati dalam kenyataan bangunan yang ada dalam benaknya itu. Dia jadi bingung dibuatnya. Sebab di tempat yang ditunjuk oleh lelaki yang ditanya tadi tidak ada bangunan megah yang mirip istana. Memang ada pohon kurma tetapi cuman sebatang. Di bawah pohon kurma, tampak seorang lelaki bertubuh tinggi besar memakai jubah kusam. Lelaki berjubah kusam itu tampak tidur-tiduran ayam atau mungkin juga sedang berdzikir. Yahudi itu tidak punya pilihan selain mendekati lelaki yang bersender di bawah batang kurma,"Maaf, saya ingin bertemu dengan Umar bin Khattab," tanyanya.
Lelaki yang ditanya bangkit, "Akulah Umar bin Khattab."
Yahudi itu terbengong-bengong,"Maksud saya Umar yang khalifah, pemimpin negeri ini," katanya menegaskan.
"Ya, akulah khalifah pemimpin negeri ini," kata Umar bin Khattab tak kalah tegas.
Mulut Yahudi itu terkunci, takjub bukan buatan. Jelas semua itu jauh dari bayangannya. Jauh sekali kalau dibandingkan dengan para rahib Yahudi yang hidupnya serba wah. Itu baru kelas rahib, tentu akan lebih jauh lagi kalau dibandingkan dengan gaya hidup rajanya yang sudah jamak hidup dengan istana serba gemerlap.
Sungguh sama sekali tidak terlintas di benaknya, ada seorang pemimpin yang kaumnya tengah berjaya, tempat istirahatnya cuma dengan menggelar selembar tikar di bawah pohon kurma beratapkan langit lagi."Di manakah istana tuan ?" tanya si Yahudi di antara rasa penasarannya.
Khalifah Umar bin Khattab menuding,"Kalau yang kau maksud kediamanku maka dia ada di sudut jalan itu, bangunan nomor tiga dari yang terakhir."
"Itu ? Bangunan yang kecil dan kusam ?"
"Ya ! Namun itu bukan istanaku. Sebab istanaku berada di dalam hati yang tentram dengan ibadah kepada ALLAH."
Yahudi itu tertunduk. Hatinya yang semula panas oleh kemarahan karena ditimbuni berbagai rasa tidak puas hingga kemarahannya memuncak, cair sudah."Tuan, saksikanlah, sejak hari ini saya yakini kebenaran Agama Tuan. Ijinkan saya menjadi pemeluk Islam sampai mati."Mata si Yahudi itu terasa hangat lalu membentuk kolam. Akhirnya satu-persatu tetes air matanya jatuh.
***
— Mengenang bersama Dian Farida dkk -- suatu hari nanti semoga dapat bertemu lagi
@Natrium
Natrium, sama seperti banyak logam reaktif lainnya, dapat diektrak dengan eletrolisis dari lelehan klorida. Hal ini dapat dilakukan pada ‘Sel Down’s’ terlihat dalam diagram. Ion natrium positif berpindah menuju elektroda katoda negative dan direduksi dengan bertambahnya electron untuk membentuk larutan atom natrium.
Na+ + e- → Na
Ion negative klorida berpindah menuju elektron anoda positif dan dioksidasi dengan kehilangan electron membentuk molekul gas klorida.
2Cl- → Cl2 + 2e-
RINGKASAN
Logam dapat diambil dari mineralnya melalui elektrolisis, reduksi mineral Karbon dengan pemanasan, penggantian logam yang lebih elektronegatif atau dekomposisi dengan pemanasan.
Pemilihan metode ekstraksi tergantung pada kebutuhan energi selama proses, biaya dan kebutuhan logam lain sebelum digunakan.
Hematite Fe2O3, magnetite Fe3O4 dan besi sulfida FeS merupakan mineral-mineral besi.
Bijih Aluminium mengandung bauksit Al2O3.2H2O.
Titanium diekstraksi dari rutil TiO2 dan ilmenit FeTiO3.
Langganan:
Postingan (Atom)